Ngopi (di) Jakarta Vol.1: Jalanan, Manusia, Ruang, dan Waktu

Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi. ~ Joko Pinurbo

Bahkan ketika malam telah sempurna menelan siang, dan suhu udara sudah mulai turun, Jakarta adalah tempat di mana kopi harus bergelas-gelas dituangkan jika kita taat kepada sepenggal puisi Joko Pinurbo di atas. Kalau mau jujur, rezeki bukan sekadar yang ditakar di penghujung hari, penghujung bulan, atau penghujung apa pun yang menandai masuknya uang ke kantong kita sebagai pendapatan. Rezeki lebih dari sekadar alat tukar yang berada di genggaman.

Bisa dipesan di tautan berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *