SOLILOKUI

customized

Seorang gadis melantunkan nyanyian mimpi
Satu larikan terdengar duka
Tiga larikan patahlah suka
Belum juga tiba dalam suatu ketika, akhir waktu tempat penghabisan segala
Tanyanya berserak pada lantai yang dipijak, dan dinding-dinding sepanjang ruang menggemakan denting penutup asa,
dipantulkan ke langit-langit
: senyap

Pernah dirinya
Menancapkan harap pada bumi
hingga akarnya menghunjam dalam-dalam
Meriah kembangnya memberikan janji
Ranumnya buah ‘kan dipetik
Belum juga tiba dalam suatu ketika
Akhir waktu tempat penghabisan segala
Sebelum kembangnya berwarna segar dan buahnya manis wujud
Maruta tumbangkan sampai ke akar
Meninggalkan lubang besar pada dunianya
Lapar hati si gadis nuntut tualang
Mencari penghabisan mimpi
Mencari penghabisan janji

Bagaimanalah. . .

Jika kedua-dua takkan bersenyawa
Seorang gadis melantunkan nyanyian mimpi
dalam larikan terakhir dia berucap
“Anak manusia sekarang ini hanyalah tahu cita-cita yang patah”